Warranted Queen

        -it looks like the tide is calling

Momen dalam hidup itu seperti naik roller coaster. 

Ada saat dimana kita harus menunggu dan bersabar layaknya mengantri giliran naik wahana.

Ada saat-saat dimana kita takut, gugup, nervous luar biasa dalam menghadapi sesuatu namun tetap saja kita lakukan seperti tetap keukeh ingin naik roller coaster walau takut.

Continue reading

Preview on new pics for CardToPost

Nih lagu cover keren banget, sukses membuat saya terbuai dengan alunan gitarnya yang begitu mellow.

.

Beberapa gambar yang saya rencanakan untuk di blow up ke versi kartu pos 🙂

Seperti yang bisa dilihat, tiga diantaranya merupakan hasil cat warna. Masih harus banyak latihan nih…

preview

preview2

preview3

preview4

Music Hunt

warning, lots of links and tags aheaaaaaad

.

.

.

Sekalinya seorang teman sedang melihat-lihat isi iTunes ku, niatnya ingin ‘merazia’ music list yang aku miliki dan bila ada yang sesuai dengan seleranya, yaaah main copy paste.

Beberapa menit kemudian dia mengeluh, “kok musiknya ngga ada yang aku kenal ya?”

Well, aku cuma bisa nyengir saja 🙂

.

Alright, biasanya musik-musik yang kudengar bawaannya mellow, acoustic, sedih, bikin mood jadi galau. Namun ada juga beberapa yang aku sukai karena bisa membuat jingkrak-jingkrak dan makin bersemangat menyelesaikan LPJ acara Peluncuran Buku dalam Rangka Memenuhi Tugas Kuliah EPB.

Dimana aku pertama kali mendegarnya?

Kebanyakan dari soundtrack film ataupun tv series, ada juga yang kebetulan mendengarnya di radio. Tapi kebanyakan sebenarnya karena terbawa arus masyarakat Tumblr yang serba enthusiast dengan semua hal yang berbau hip, popular and now.

Bener deh, kalau mau lihat seperti apa taste musik remaja Amerika yang tidak begitu menyukai musik pop komersil (baca: Justin Bieber, Rihanna, Marron 5 dll),  coba saja cek hashtag #music-recs di tumblr dan lihat mana yang paling banyak notesnya.

Dan bila kita memiliki ketertarikan terhadap fictional character ataupun fandom tertentu, bisa juga cek fanmix.tumblr dan tagsnya ataupun hashtag dari account tumblr yang lainnya. Diantaranya yang ada di playlist atas kudapatkan dari sini. Lagu itu berasal dari sebuah fanmix yang disusun untuk mengikuti mood dari pairing Stiles x Cora dari serial tv Teen Wolf. I highly recommended ‘It’s Time’ by Imagine Dragon, It’s very cool.

Tertarik dengan band indie yang tidak dikenal? Cek situs ini, Bandcamp, sebenarnya duluuu banget aku pernah merekomendasikan artis Mara Hruby di  post ini. Lagunya yang berjudul Character sangat menenangkan dan memiliki momen-momen syahdu (cieee bahasanya :D) Asyiknya lagi dari situs Bandcamp adalah, kita bisa pilih mau cari dari kategori sesuka kita. Bisa dari genre maupun asal para artis, jadi bila kita ingin spesifik mencari lagu-lagu dari artis Bulgaria juga bisa saja..

Suka blogwalking? Cek deh situs my dear cousin over here, Coklat dan Hujan‘s. Aku percaya berat sama pilihan lagunya, selera kami kira-kira sama. Saking samanya bahkan kami pernah karaokean lagu-lagu jadul seperti lagunya 98 Degrees (ada yang masih ingat?) dan lagu Regina Spektor (ada yang kenal??) di malam hari hingga sekitar jam 10an..

Selain blogwalking, bisa juga cek di situs Soundcloud. Paling klop karena kita bisa eksplorasi berbagai jenis cover song sebuah lagu.

Sebagian dari fanmixes yang ada di tumblr bisa di download, namun ada juga yang cuma bisa numpang dengar selama kita online internet. Begitu juga dengan di Bandcamp, ada yang menyediakan free download ada juga yang harus bayar.

Ngotot pengen tetap download lagunya? Yaaah  harus pintar-pintar cari situs seperti soundcloud downloader, atau coba cari di mp3ye.eu. Tapi cari lagu dan download di situs mp3ye.eu rada ribet, namun kualitas dan persentase kita dapat working link bisa lebih dipercaya daripada MP3skull.com.

Terakhir! Sering lihat fanmade video dan MAD? Telusuri saja lagu-lagu yang digunakan untuk fanmade video ini, dari situlah aku mendapatkan lagu Fat Guy dan Who Are You Really oleh Mikki Ekko. Video Fat Guy berasal dari fanmade Video untuk fandom Hetalia, sedangkan Who Are You Really sebenarnya adalah video crossover mengenai Loki dari Thor, Lucifer dari Supernatural dan Moriarty dari Sherlock BBC (yeeeep, I can be extremely random sometimes.)

.

So, begitulah caraku memburu lagu baru.

Unconventional much, huh?

The Blues Clues

DSC_4482

Minggu menjelang ujian? Ayo kita nonton konser Blues!!

 Setelah menerima secuil Blues 101 dari dosen Film dan Sinema dan seorang fan berat Blues, aku baru mengetahui bahwa Blues adalah asal-usul dari lagu-lagu modern di dunia. Cabang Blues menjalar hingga Jazz, Pop bahkan alternative. Jazz sebenarnya adalah orang kulit putih yang menyanyikan Blues, bukan kebalikannya. Ca va?

Blues yang ku ketahui adalah lagu-lagu menyayat hati dari kaum kulit hitam yang tinggal di daerah suburb ketika zaman apartheid Amarika zaman dulu. Ingat lagu Georgia on my Mind oleh Ray Charles?

Georgia yang indah, yang masih mengalami segregasi dan tidak menerima kulit hitam untuk bahkan menginjakkan kaki di tanahnya. Ray dengan puitisnya menumpahkan rasa frustasi dan pasrah kepada sistem ke lagu ini.

For me, Blues are that kind of song

DSC_4467

Pluck the strings, pluck my heart. Under the shady blue light we join the blues

Bandingkan dengan versi lagu Georgia on my Mind yang dinyanyikan Ella Fitzgerald, dan nuh-uh. Walau nama belakangnya sama, Ella tidak memiliki hubungan apapun dengan the Fitgzgeralds.

Sama! Petikan gitar menggantikan dentingan piano Ray, namun suara Ella yang bermain dengan bravado mengubah lagu Georgia hingga terasa jauh lebih mendalam dan penuh soul.

Mendengarkan Blues berbeda dengan Jazz. Lagu-lagu Norah Jones mengingatkanku pada hujan dan menikmati macet selama 3 jam. Namun terasa tidak masalah karena Norah membuatnya menjadi hal yang sangat puitis dan dapat dilalui.

Everything is possible in Jazz, because it’s so lovely.

Blues berbeda dengan Jazz, karena Blues adalah lagu yang dinyanyikan para pekerja setelah seharian bekerja keras. Pasrah, namun penuh dengan gejolak.

Blues carries more emotion, because reality is not that simple.

Bagi para pendengar modern yang lebih mengapresiasi permainan instrumental, mereka mungkin akan lebih familier dengan Georgia on my Mind oleh Gerald Albright. A genius interplay of saxophone, though sax are not really my cuppa tea (IDK, I don’t really enjoy Kenny G), I don’t mind Gerald’s play.

Trumpet and sax, what a lovely duet

Trumpet and sax, what a lovely duet

Ok, so I admit that I have around 3 version of Georgia on my Mind in my iTunes. Go ahead, sue me!

Hal yang paling menarik dari konser Why Blues? adalah banyaknya jumlah lagu country dan old school rock dinyanyikan oleh band yang menapaki panggung.

There’s even a dude who sang Elvis and Johnny Cash! Which was so awesome mind you. While I have no real problem with Elvis, I do have a thing with Mr. Cash here. My Dad is an avid fan of Cash’s work; he will most religiously play that song every morning to bug us from bed…

The dude who sang the blues with Presley's style and Cash's deep voice

The dude who sang the blues with Presley’s style and Cash’s deep voice

Kembali ke argumentasi bahwa Blues adalah asal-usul lagu modern. So yeah… Tidak ada salahnya bila para country singer ini ikut bernanyi bersama kita. Namun selama menikmati lagu harmonica yang dimainkan salah satu pemusik, muncullah sebuah pertanyaan.

Apa bedanya country, folk dan ballad?

Memang Ballad lebih kearah lagu-lagu yang identik dengan zaman King Arthur, lagu dari pertunjukkan Riverdance, dan lagu sedih yang dinyanyikan Pippin di Lord of the Rings yang ketiga. Folk adalah Puff the Magic Dragon dengan cerita dan moral yang berusaha disampaikan dengan melodik. Dan country…  Sweet Home Alabama! Where the skies always blue…

Mmkay, modern country song is Taylor Swift, Lady Antebellum and that cowboy from the Voice. But classic country is outback in the wild and screams of Laura Ingalls Wilder. It’s about love, hard work and family in the age of early independent America.

Dan blues adalah…

I’m not sure anymore, music is music. It grips your heart and entertains your mind.

.

.

.

 

Four Times The Charm

It’s been a long time since the last time I paint with watercolor, I ended up drawing something from my dream.

First I draw it with pencil, outline it with black pen, erase the pencil lines then color it with OMNI poster color.

There’s something magical with watercolor, the way you have to do it fast before it dries up and you’re left with an uneven patch. Or how too much water in one brush could affect the other colors.

And there’s always something about their pastel color which I really like (:

.

While drawing this piece I was listening to my ‘Up in the Air Soundtrack’ playlist. There were some songs that made me wonder if the term ‘being up in the air’  really means being super high on drugs and completely unobtrusive towards the world.

I’m up in the air,
Choices drifting by me everywhere.
And I can’t find the one
That would help me do the work I’ve left undone,
‘Cause I’m up in the air.

Day of the Beginning

Anyways, I wanted to escape from a town like this
So while it was still dark, we took off on a road empty of people

Where should I go so I’ll continue into the future…?
I didn’t know, so I simply ran together with you
We planned to throw away our cellphones and install freedom in ourselves
You searched around your pocket for a moment and laughed, “I feel nervous…”

When the first train passed us, the morning sun reflected off its windows
Like light from a flash-light, it projected us

“Hey, where will we go?” “We’ll go anywhere!” We clasped our hands together
I was here, you were here, on the day of beginnings

I don’t want to hear someone’s honor student-ish words
To me, they’re not realistic, and I’d come to a halt
Can you hear me? Yet the voice I made with all my might
Always withered away, and I’m heading toward you

Before the ghost of summer started to run wild, I had all the hope I could have
Like light from a flash-light, it illuminated the future

“Hey, what do you want to do?” “I want to do everything!” Our shirts were dyed by the morning glow
That was my thought, that was your wish, on the day of beginnings

 

Hajimari no Hi – ‘Day of the Beginnings’

Shuga Shikao