Music Hunt

warning, lots of links and tags aheaaaaaad

.

.

.

Sekalinya seorang teman sedang melihat-lihat isi iTunes ku, niatnya ingin ‘merazia’ music list yang aku miliki dan bila ada yang sesuai dengan seleranya, yaaah main copy paste.

Beberapa menit kemudian dia mengeluh, “kok musiknya ngga ada yang aku kenal ya?”

Well, aku cuma bisa nyengir saja šŸ™‚

.

Alright, biasanya musik-musik yang kudengar bawaannya mellow, acoustic, sedih, bikin mood jadi galau. Namun ada juga beberapa yang aku sukai karena bisa membuat jingkrak-jingkrak dan makin bersemangat menyelesaikan LPJ acara Peluncuran Buku dalam Rangka Memenuhi Tugas Kuliah EPB.

Dimana aku pertama kali mendegarnya?

Kebanyakan dari soundtrack film ataupun tv series, ada juga yang kebetulan mendengarnya di radio. Tapi kebanyakan sebenarnya karena terbawa arus masyarakat Tumblr yang serba enthusiast dengan semua hal yang berbau hip, popular and now.

Bener deh, kalau mau lihat seperti apa tasteĀ musik remaja Amerika yang tidak begitu menyukai musik pop komersil (baca: Justin Bieber, Rihanna, Marron 5 dll),Ā  coba saja cek hashtag #music-recs di tumblr dan lihat mana yang paling banyak notesnya.

Dan bila kita memiliki ketertarikan terhadap fictional character ataupun fandom tertentu, bisa juga cek fanmix.tumblr dan tagsnyaĀ ataupun hashtagĀ dari account tumblr yang lainnya. Diantaranya yang ada di playlist atas kudapatkan dari sini. Lagu itu berasal dari sebuah fanmix yang disusun untuk mengikuti mood dari pairing Stiles x Cora dari serial tv Teen Wolf. I highly recommended ‘It’s Time’ by Imagine Dragon, It’s very cool.

Tertarik dengan band indie yang tidak dikenal? Cek situs ini, Bandcamp, sebenarnya duluuu banget aku pernah merekomendasikan artis Mara Hruby di Ā post ini. Lagunya yang berjudul Character sangat menenangkan dan memiliki momen-momen syahdu (cieee bahasanya :D) Asyiknya lagi dari situs Bandcamp adalah, kita bisa pilih mau cari dari kategori sesuka kita. Bisa dari genre maupun asal para artis, jadi bila kita ingin spesifik mencari lagu-lagu dari artis Bulgaria juga bisa saja..

Suka blogwalking? Cek deh situs my dear cousin over here, Coklat dan Hujan‘s. Aku percaya berat sama pilihan lagunya, selera kami kira-kira sama. Saking samanya bahkan kami pernah karaokean lagu-lagu jadul seperti lagunya 98 Degrees (ada yang masih ingat?) dan lagu Regina Spektor (ada yang kenal??) di malam hari hingga sekitar jam 10an..

Selain blogwalking, bisa juga cek di situs Soundcloud. Paling klop karena kita bisa eksplorasi berbagai jenis cover song sebuah lagu.

Sebagian dari fanmixes yang ada di tumblr bisa di download, namun ada juga yang cuma bisa numpang dengar selama kita online internet. Begitu juga dengan di Bandcamp, ada yang menyediakan free downloadĀ ada juga yang harus bayar.

Ngotot pengen tetap download lagunya? Yaaah Ā harus pintar-pintar cari situs seperti soundcloud downloader, atau coba cari di mp3ye.eu. Tapi cari lagu dan download di situs mp3ye.eu rada ribet, namun kualitas dan persentase kita dapat working link bisa lebih dipercaya daripada MP3skull.com.

Terakhir! Sering lihat fanmade video dan MAD? Telusuri saja lagu-lagu yang digunakan untuk fanmade video ini, dari situlah aku mendapatkan lagu Fat GuyĀ dan Who Are You Really oleh Mikki Ekko. Video Fat Guy berasal dari fanmade Video untuk fandom Hetalia, sedangkan Who Are You Really sebenarnya adalah video crossover mengenaiĀ Loki dari Thor, Lucifer dari Supernatural dan Moriarty dari Sherlock BBC (yeeeep, I can be extremely random sometimes.)

.

So, begitulah caraku memburu lagu baru.

Unconventional much, huh?

Waltz

Waltz

Ā By: Suneohair

Translation from Eunchan‘s Blog

Rubbing my unopened eyelids, I can see
Into a pastel-patterned future
Iā€™ll pursue an inlaid symbol
As my expression were pulled in closer

Say, what was it that Iā€™ve been searching for?
Thatā€™s right, exactly when were those days
When we defied gravity to see each other / When we used to meet, denying the attraction that was forming between us?

Itā€™s like a waltz, isnā€™t it? So wondrous
At a crossroad lit with sunbeams seeming to whisper through the trees
As the two of us rotate as if in a waltz,
We express ourselves

Throwing up all my overheated emotions,
I could see the landscape
Over half a year ago, I made it smolder
By setting the image on fire

What was it that Iā€™ve lost?
Even so, Iā€™m fine, I tell you
Weā€™ll probably seek out comparisons with our gravity

Itā€™s like a waltz, isnā€™t it? So lovely
As we listen to chirps that seem to murmur
As if weā€™re dancing a waltz, the two of us
Express ourselves

Ah, repaint reality, which is playing dumb, with primary colors
Iā€™ll draw you close to me, so, please
From there on, letā€™s continue to dance
Our very own waltz

Itā€™s like a waltz, isnā€™t it? So wondrous
At a crossroad lit with sunbeams seeming to whisper through the trees
As the two of us rotate as if in a waltz,
We express ourselves

To All Those Heartliners

Lately I’ve been listening to what I supposed are those non-mainstream artists. Artists that didn’t break their leg as severe as Rihanna, Jay-Z, Bruno Mars and the likes. All thanks to the credits at the bottom right on every ‘So You Think You Can Dance’ routine.

Those who captured my heart and spin it in a such unraveling knots are,

Joshua Radin

He got me on ‘Sundrenched World’

I can’t get to bedĀ 
But I’m really tiredĀ 
The things in my headĀ 
You used to admireĀ 
In your sundrenched worldĀ 

The Postal Service

When you enjoy songs from Owl City, then you’re gonna love this band. The District People Sleeps at Night,

You seem so out of context in this gaudy apartment complex
A stranger with your door key explaining that I am just visiting
And I am finally seeingĀ 
Why I was the one worth leaving

And these are the songs from ‘Up In The Air’ that had me sighing for theĀ umpteenthĀ time,


Elliot Smith

Angel in The Snow, which translated best as a song about a severe addiction toward drugs.

I’d say you make a perfectĀ 
Angel in the snow
All crushed out on the way you are
Better stop before it goes too far
Don’t you know that I love you?

Charles Atlas

The song ‘Genova’ pure background instrumental, I swear this is my one and only meditation-sort-of song

Random songs from the old times,

Damien Rice

‘Cannonball’ taught me another version of being alive, the one which usually hurts.a.lot.

stones, taught me to fly,
love, it taught me to lie,
life, it taught me to die,
so its not hard to fall,
when you float like a cannonball.

And another one from Damien Rice, ‘Unplayed Piano’

Maybe it’s not that easy
Or maybe it’s not that hard
Maybe they could release me
Let the people decideĀ 
I’ve got nothing to hideĀ 
I’ve done nothing wrongĀ 
So why’ve i been here so long?Ā 

Radwimps

One of my best gal IRL, introduced me with a Japanese band called Rawimps and their ‘Me Me She’ song. It’s not a wonder I almost cried on the lyrics.

We made a promise, right?
“Let’s be together until we are 100 years old.”
I didn’t expect the 101st year would come so soon.

John Lennon

John Lennon’s ‘Beautiful Boy’ a song he dedicated for his son, Sean. It’s really a sweet song that reminds me of my Dad.

Before you cross the street
Take my hand
Life is what happens to you
While you’re busy making other plansĀ 

In Another Musical Sense

In Another Musical Sense

where we close our eyes and silently wept.

Sepasang Kekasih yang Bercinta di Luar Angkasa

Direntang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan sepasang tanganmu terbuka dan membiru dendam

Dibibir yang curam dan dunia tertinggal gelap membeku, sungguh petang nelangsa dan udara yg terbakar jauh.

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa, seperti tak kan pernah pulang, kau membias di udara dan terhempaskan cahaya, seperti tak kan pernah pulang tuk langkahmu menarilah jauh mengudara.

Jejak langkah menghilang tertulis dan menghilang karna kita telah bercinta di luar angkasa

————————-

Dimana anak anak SMA9 menggila dibuai oleh alunan melancholy dari Frau. Pensi ‘Roomantique’ yang berkonsep “a night full of romance” menjadi suatu event yang membuat hati tergetar dan memanjakan telinga dengan harmoninya.

Lagu lagu Frau memiliki kualitas yang membuat kita ketagihan. Meminta, memohon, dan bertepuk tangan untuk “Lagi! Lagi dan Lagi!”

Liriknya membuat kita berfilosofi. Merenenungkan arti di balik arti yang tersembunyi di antara barisan barisan kata yang tersusun dengan rapi dan manis. Menunggu untuk terkuak sesuai dengan apresiasi kita terhadap alunan kata kata yang bermelodi.

Mempertanyakan identitas diri dan ego seorang wanita yang terombang ambing di “I’m a Sir”. Terasa frustasi wanita yang ingin mendobrak pintu dimana hanya kaum Adam yang mampu menapaki sisi lainnya. Di mana wanita terkukung oleh batasan dimana kita tidak mampu menghadapi sang Ratu.

Kejar kejaran antara Ratty the Rat dan Scatty the Cat di “Cat and Rat” mengingatkan kita akan dark humour yang membuat kita terengah engah di tengah lagu sebelum tersenyum penuh arti. Eulogi untuk sang Tikus dan nyanyian penuh Kekuatan untuk sang Kucing. Siapa oh siapa?

Pejamkan mata, dan akan terasa sensasi menitik awan yang lembut dan hangat. Sebelum tertegun di hadapan ‘Mesin Penenun Hujan’ yang menyinggungkan sebuah senyum simpul di bibir. Dan ketika hujan turun, terasa berat dan dinginnya meresapi tulang tulang kita.

Apakah ini “Salahku, Sahabatku”? Menjaga perasaan seorang sahabat, dimana kita mampu merasakan apa lah yang ia rasakan. Hati terasa dekat, walau jauh dan kadang tak tentu. Kita mengerti tiap arti dari lirikannya. Dari senyumnya dan pandangannya yang seakan ingin tertawa lebar. Senyum, sakit, bahwa sahabat adalah sahabat.

Sepasang Kekasih Yang Bercinta d Luar Angkasa. Bahkan hingga saat ini ku tak mengerti. Tak terbayang rasa ketika hati terikat begitu kuat hingga hal terakhir yang kita sadari adalah perasaan sakit yang tak terkira dan tak terperih. Dimana hanya luar angkasa yang luas dan tak berudaralah kita dapat melarikan diri dari realita yang mengguncang hati dan menyadarkan diri. Seperti tak kan pernah pulang!