When Chances Comes A-Knockin’: Magang di The Jakarta Post

Need to get the funk out of my system, nih musik recycle keren biar ngga galau :3

 

So hey ho, sebenarnya ini berita sudah lama. Namun baru sekarang saya membagikannya. Saya diterima magang mulai Oktober besok di The Jakarta Post 🙂


Menjadi jurnalis adalah hal yang sudah saya pertimbangkan semenjak SMP setelah bergabung dengan klub jurnalistik sekolah. Kegiatan menulis, riset kecil-kecilan dan menuangkan pikiran dalam percikan kalimat dan dibaca orang rasanya menyenangkan. Tidak lama kemudian, saya mulai mencari-cari masa depan seperti apa yang akan membuat saya akan banyak menulis, ternyata diantaranya adalah menjadi jurnalis.

Sebenarnya tidak terbayang sih cita-cita dari kecil akan sampai seperti ini, dulu ketika kecil hal yang ingin kulakukan diantaranya adalah pergi ke Alaska. Dan alasan ingin ke Alaska ini juga bukan karena terinspirasi oleh buku atau majalah seperti National Geographic, namun karena hadiah ulang tahun ke 10 berupa boneka anjing husky raksasa yang kuberi nama Nome. Yep, Nome di Alaska tempat Balto si anjing husky-serigala membawakan serum yang menyelamatkan anak-anak yang sedang sakit panas.

Tapi jurnalis, hmmm jurnalis wartawan, pekerjaan apa itu?

Entahlah, sampai sekarang dengan pengalaman sebagai reporter majalah kampus, editor hingga pemimpin redaksi pun aku juga masih tidak terbayang seperti apa tepatnya jurnalis profesional itu. Apakah menyenangkan, penuh keluh kesah dan keringat, dikelilingi banyak teori konspirasi politik atau malah jalan-jalan ke Filipina dan meliput kuliner lokal di sana?

I’m not sure, but I’m looking forward to it, whatever it is.

Okay, magang. Magang di TJP. Such privilege!

Sungguh tidak terbayang bahwa CV saya bisa tembus ke media tersebut, rasanya dibawa melayang-layang placebo effect dan perasaan campur aduk antara senang dan agak takut. Tapi seperti kata Dory di film Nemo, “Well you can‘t never let anything happen to him. Then nothing would ever happen to him. Not much fun for little Harpo.”

So okay, ketika kesempatan datang mengetuk, ambillah segera dan permasalahkan nanti. Saya berusaha mengulang-ulang kalimat tersebut di kepala dan kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya.

Pertanyaan klasik yang orang-orang tanyakan pada saya,

1. Kenapa koran bahasa inggris?

Karena saya bisa? Haha, ngga juga sih.

Semenjak kecil bahasa inggris sudah menjadi bahasa pengantar di rumah. Ibu saya guru bahasa Inggris, dan ayah saya orang dengan pandangan liberal yang sangat mengagumi Amerika. Kami sekeluarga gila baca dan lebih banyak novel asing di rak buku ketimbang novel bahasa Indonesia. Lulus SMA saya benar-benar mempertimbangkan untuk masuk Sastra Inggris, bayangkan kuliah membaca buku selevel Shakespeare, kedengarannya susah-menyenangkan :D. Namun orang tua agak keberatan dan merasa bahwa jurusan tersebut kurang prospektif.

Jadilah masuk komunikasi Atma Jaya yang notabene dosennya menggunakan buku berbahasa pengantar Inggris. Lengkaplah duniaku, antara bahagia dan stress karena kalau Shakespeare itu susah, membaca analisisnya Karl Marx lebih susah dan mengerikan lagi..

 2. Apa syarat magang di TJP?

Informasi, koneksi dan keberanian untuk mengirim e-mail. Salah satu yang memudahkanku adalah bantuan salah satu dosen Atma Jaya yang merupakan kontributor untuk TJP. Melaluinya saya mendapatkan e-mail editor TJP dan segera mengirim e-mail yang menanyakan kesempatan magang di sana.

Syarat lainnya adalah mengirim CV, cover letter, contoh tulisan dalam bahasa Inggris dan bukti TOEFL minimal 550.

Yang terakhir itu penuh perjuangan mencari online TOEFL like test dan skimming buku-buku TOEFL preparation. Akhirnya saya mengerjakan TOEFL-like test yang diadakan FEB UGM dan mendapatkan scor yang dibutuhkan.

 3. Dibayar ngga?

oh bb, apparently unpaid internship is not a myth :v

But it’s okay, it HAVE to be a-okay.

Pengalaman yang akan didapatkan bisa menjadi start-up yang berharga..

 4. Kos dimana?

Menurut informasi terpercaya dari kakak angkatan yang pernah magang di sana juga, ada beberapa kos dengan harga >800k di sekitar Palmerah. Itupun baru AC alami, yakni Angin Cepoi-Cepoi.. Namun untuk saya, kemungkinan besar akan nebeng dengan ayah yang kerja di Jakarta.

5. Berangkat kapan?

Akhir September inilah. Magang dimulai Oktober 1 hingga Oktober 28, tepatnya 4 minggu.

But….

Kemungkinan besar ini akan berangkat lebih awal karena saya juga diterima magang di tempat lain. Cabang Jakarta Post tapi lokasinya di Bali 😀

6. Bagaimana perasaannya?

Fearfully excited, committed-ly frightful, amazingly gobsmacked  dan segala kombinasi kata sifat lainnya lah..

 

I guess that’s it for today’s post.

[]ciao

Advertisements

7 thoughts on “When Chances Comes A-Knockin’: Magang di The Jakarta Post

      • karinaisna says:

        Hai Tane salam kenal, makasih udah nyempetin balas 🙂 Iya aku pengen banget magang di TJP nih sebelum lulus buat nambah-nambah pengalaman. Kamu dapet info magangnya darimana ya? Apa kita langsung kirim email aja? Terus kan background pendidikan ku HI bukan Jurnalistik kira-kira memungkinkan ga ya? Thank you so much Tane, have a great day

        • Tane Hadiyantono says:

          Aku dapat kontak TJP dari dosen ku yang pernah jadi kontributor sana. Dia memberi link ke sekretaris editor mereka. Coba kamu kontak mereka langsung deh, tanya saja apakah ada kesempatan untuk magang, dan bila iya kapan dan bagaimana mendaftarnya.
          HI no problemo kok, ada juga wartawan sana lulusan HI. Oh ya, mereka sempat minta bukti TOEFL kita diatas 500 kalau ngga salah. Kamu ada pengalaman menulis di media?
          cheers!

  1. Rika says:

    Hi Tane, that’s great experience you have gotten. Salam kenal aku Rika dari Lampung. Semseter lalu waktu mau magang aku coba ke Kompas tapi ga di acc sama dosen karena beberapa alasan. Akhirnya aku magang di Lampung Post, media cetak lokal di Lampung. Mau tanya, kalo di TJP mau nerima anak magang yang baru lulus kuliah ga? Aku dari Ilmu Komunikasi. Untuk pengalaman nulis di media sedikit-sedikit aku punya, tapi kalau untuk TOEFL aku kayanya mesti banyak belajar. Kalo mereka nerima pengen banget coba kesana sekaligus buat mengasah kemampuan bahasa Inggris. Thank’s a lot sebelumnya udah bersedia ceritain pengalaman kamu 🙂

Reply This Way Beib

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s