LoFi Life

Sebagai penikmat music ambience, saya suka sekali dengan berbagai musik dari soundtrack film ataupun jajaran lagu-lagu Hip-Hop, RnB, Lo-Fi dan electronic.

Akhir-akhir ini karena sering merasa dikejar Deadline (hello journalist here), saya jadi suka melarikan diri dalam playlist-playlist gawean Youtube yang membuat hati tenang.

Apa itu ambiance, apa itu lo-fi dan apa itu lagu? Wikipedia-senpai to the rescue!!

Ambient music is a genre of music that puts an emphasis on tone and atmosphere over traditional musical structure or rhythm. Ambient music is said to evoke an “atmospheric”, “visual”,[5] or “unobtrusive” quality.[6

>eg, bayangkan gubahan lagu-lagu Tchaikovsky, dan niscaya kamu bisa membayangkan mengendap-endap di hutan atau melarikan diri dari kejaran kereta kuda.

Lo-fi music (from the term “low fidelity“) are sound recordings that are of lower quality than the usual standard for modern music.

>eg, lagu yang banyak blinks, patahan dan noise yang membuat distraksi. Namun terus membuatmu penasaran dan bergantung pada note-note berikutnya.

Sungguh, DJ Jepang yang paling jago membuat musik-musik seperti ini. Kontak pertamaku dengan tipe musik elemental yang penuh rasa ini dimulai dari Tchaikovsky, namun karena saya bukan penggila klasik, well jadilah lari ke genre yang lebih populer, yaitu Hip-Hop Jepan. Diantaranya adalah almarhum Nujabes yang sempat melegenda saat berkolaborasi dengan Shinichiro Watanabe untuk anime hip-hop Samurai Champloo.

Kenapa saya suka? Sederhana sih, karena mereka santai, tidak mengejar dan membuatku serasa di sebuah adegan film. Toh hidup ini adalah panggung dimana kita bermain untuk kepuasan penonton lainnya.

.

.

.

Anyway, sebenarnya banyak banget yang mau diceritain. Diantaranya, hello ada wartawan ekonomi Kontan di sini. Yeaaah..!!

 

Advertisements