Garuda Tua Menuju Bukit (repost)

something happened
§          I got excited, a post was deleted          §
and hence the repost…

Sepenggal kisah dari pengalaman internship di Bali Buzz..

Dua minggu setelah memulai program magang, aku mendapat tugas untuk wawancara seorang desainer di daerah Uluwatu, Jimbaran. Lokasi terletak sekitar 20 kilometer menuju selatan dari tempat kos, setelah melakukan riset kecil akan jalur bis menuju Jimbaran, hasilnya zip nada. Ada sih namun sangat tidak direkomendasikan karena bisa menghabiskan unnecessary waiting time. Tanpa pikir panjang, aku langsung memutuskan untuk meminjam motor kantor.

Sebuah motor Impressa tua, reyot yang kalau kamu naiki ada suara kretek-kretek nya.

Sebelumnya aku pernah menaiki motor ini ke lokasi yang dekat, ke narasumber dekat kantor, mengantar barang dan lainnya. Jadi pikirku santai sajalah bawa motor ini, pasti bisa.

Semakin lama membawa motor ini, aku semakin sadar bahwa ini motor Bobrok (dengan kapital B karena dia beneran bobrok banget). Tengah perjalanan tiba-tiba dia mulai ngadat dan ngelunjak seperti kuda. Dan aku benar benar-benar-benar takut. Itu posisi sudah di jalan ring road/toll nya sana. Jadi ya tidak bisa berhenti dan tidak bisa minta tolong. Aku paksa jalan aja dengan gigi 3 dan gas sedang.

Nah, teman teman.. Uluwatu itu lokasinya di atas, jadi harus naik gunung dan jalannya seperti bukit petruk yang ke arah Wonosari. Tambah parno lah diriku. Tapi karena sudah sampai sana jadi kubawa saja motornya.

Kriek Kriek krieeeettt, begitu suaranya sepanjang jalan. Mana aku sering salah pencet tombol rifting jadinya malah pencet klakson lagi, aduh malu banget sama orang-orang di depan yang celinguk bertanya-tanya  kenapa aku mendadak klakson alay gt..

Sampai di lokasi wawancara, itu motor sudah panas. Dan aku cuma bisa berdoa kalau dia masih bisa hidup ketika aku mau pulang nanti.

Wawancara berlangsung dengan damai dan aku kembali ke motor tua nan antik ini. Starter pertama gagal, starter kedua sempat nyala tapi mati lagi. Starter kaki dan dia mengeluarkan suara ngepet tidak jelas D:

Intermezzo sedikit, hasil liputan sang desainer. Ternyata dia sudah taraf internasional dan pernah merancang 2 gaun untuk Miss World 2013. Imagine that!

Akhirnya aku starter lagi tapi kali ini langsung tarik gas tinggi. VROOOOOOMMMM!! Seperti preman mau cari masalah dan aku diliatin sama orang sekitar. Cengengesan aja deh, karena senyum ala innocent itu solusi segala situasi awkward.

Karena sudah di Uluwatu, jadi aku sempatkan ke Garuda Wisnu Kencana, dan tempatnya memang bagus banget. Parkir 5 rb dan biaya masuk nya 50rb. Ada banyak foto yang kuambil dan puas lah di sana. Hati terasa damai lagi setelah melihat pemandangan alam, dan aku benar-benar bersyukur masih hidup setelah melewati tanjakan mematikan dengan motor honda renta itu..

Selesai putar-putar, berfoto dan menodong sesama turis untuk mengambil foto narsisku (ehemm!), aku memutuskan untuk pulang. Motor berhasil menyala di starter kedua, dan aku langsung cabut dari lokasi. Turun gunung, dan you know guys, remnya kayaknya mau jebol deh..

Sempat nyasar dua kali, dan udara dingin banget. Tapi di perjalanan pulang kali ini aku pasang lagu + headset dan selama perjalanan nyanyi-nyanyi lagu dari film Guardians of Galaxy. Hooked on a Feeling, The Pina Colada Song, Come and Get Some Love dan Moonage Daydream kuputar berulang-ulang karena tiga lagu ini memiliki beat dan lirik yang paling bahagia dan sesaat membuatku lupa dengan dinginnya malam itu.

Di tengah lampu merah, di tengah bait lagunya entah siapa aku lupa, tiba-tiba di colek oleh orang Bule. Aku kaget dan sempat kelabakan, tapi dia ternyata cuma tanya Sanur ke arah mana. Dan ketika aku bilang aku juga ke sana, dia bilang akan ikutin aku. Dan kita berdua iring-iringan (dia di belakang) sampai kita tiba di lampu merah sanur dan pisah jalan. Entah kenapa aku merasa pasti si Bule ini juga sedang internally freaking out karena tidak tahu jalan, sudah gelap dan berada di negeri lain yang antah berantah.

Bisa dilihat bagaimana dia sudah sangat senior dan masih bisa diandalkan..

Bisa dilihat bagaimana dia sudah sangat senior namun masih bisa diandalkan..

Motor masih sering ngadat dan beberapa kali dashboardnya harus kupukul beberapa kali agar head lamp nya menyala terus. Dan dasar khas motor tua, tidak ada penunjuk sudah di gigi keberapa, jadi ada beberapa kali saat berhenti dimana aku kelabakan berusaha mengingat harus berapa kali menginjak gigi agar kembali ke gigi 1. Tapi setelah banyak latihan, akhirnya dapat juga sense dan feel yang lebih pasti dan motor dan penunggangnya terus meluncur di malam hari.

Tengah perjalanan aku berpikir nama apa yang paling cocok untuk motor Impressa ini. Beberapa nama ajaib seperti Star Lord (courtesy to Guardians of the Galaxy) sempat muncul dalam pikiranku, namun tiba-tiba motor mengadat lagi dan kurasa ini cara si Impressa untuk memprotesi nama alay itu. Langsung buru-buru aku pikirkan nama lain dan pilihan akhirnya jatuh ke nama Garuda. Sebuah hewan mitos legendari, tunggangan Dewa Wisnu. Nama yang cocok untuk benda antik dan ajaib ini..

Aku balik ke kantor, taruh motor, balik ke kos, mandi dan diajak temanku makan. Walaupun capek tapi ya tidak apa lah.. Rasanya adrenalin dari turun gunung dengan motor Impressa ini membuat jantungku tidak bisa tenang dan jujur saja semalaman itu tanganku terus gemetar hasil adrenaline rush yang tidak selesai-selesai.

Balik ke kos sudah jam 10an aku langsung tidur pulas.. Rasanya sangat bersyukur sekali masih hidup dan selamat dari fear factor yang dibawa si motor Impressa ini. Belum pernah aku setakut ini karena rasanya benar-benar out of control, in the middle of the night in a god know’s where location.

Aku tanya tanya sama orang kantor, dan ternyata si motor yang kunaiki ini keluaran tahun 98. Berarti dia sudah berumur sweet sixteen. Gila nih motor. Sudah shock breaker nya jebol, reyot, berat dan remnya bablas..

Mengerikan… Bahkan mengingat-ingatnya lagi selalu sukses membuatku merinding. Namun I guess itulah asyiknya hidup ini, untuk menikmati berbagai hal mengerikan, alay dan impossible yang

Penampakan depan si Garuda. Fear Factor paling yahud sepanjang masa

Penampakan depan si Garuda. Fear Factor paling yahud sepanjang masa

Advertisements

2 thoughts on “Garuda Tua Menuju Bukit (repost)

Reply This Way Beib

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s