Old pic, new color

10
does thigh flash constitute as NSFW? Assuming so, hence the pic cut :p

Intinya.

Saya sedang mencari alasan untuk memperpanjang proses pengerjaan paper ujian akhir semester untuk mata kuliah Analisa Sosial. Kerangka paper sudah jadi, materi dan data-data juga sudah lengkap, yang kurang hanya kutipan dari buku sebagai sumber referensi. Setidaknya harus dari 3 buku, dan begonya saya lupa menandai bagian-bagian yang saya kutip. Kalau sudah seperti ini, ya artinya tinggal membaca ebook yang bersangkutan saja sih, namun masalahnya adalah….

males.luar.binasa.

Maka, ketika sedang capek-capeknya berusaha membaca pdf, mencari kuotasi yang sreg dan sesuai dengan asumsi paper, eeehh… tiba-tiba salah pencet dan menemukan sebuah folder dari zaman silam.

Di folder tersebut terdapat beberapa fanart yang sudah di scan namun tidak sempat di warnai. Diantaranya adalah gambar Rukia dari Bleach, brrppp… Teringat deh zaman SMA ketika sedang labil-labilnya Bleach.

Fanart abal-abal ini saya buat pada saat Bleach memasuki arc The Lost Agent. Pada saat itu, daripada pusing memikirkan mindf*ck yang dilakukan Tsukishima, saya lebih memilih memikirkan kemungkinan-kemungkinan akan rambut baru Rukia. Potong panjang-pendek atau entah bagaimana, yang jelas cukup untuk menjadi pengalih perhatian dari cerita utama pada arc tersebut.

Kembali ke saat ini, saya bosan.

Dan males, dan merasa tidak kuat untuk membaca satu baris lagi mengenai analisa hubungan dunia industri hiburan dan transgender (yep, that’s what I’m writing about for my final exam).

Maka, dibukalah aplikasi SAI dan saya menghabiskan dua jam terakhir ini untuk mewarnai dan bahkan membuat Gif akan usaha saya.

Tutorial singkat mengenai proses di atas…. halah konsepnya sama saja kok.

Block area dengan warna tone ringan yang sesuai dengan warna bagian yang sedang dikerjakan. Misal, kuning cream untuk kulit atau ungu gelap untuk rambut.

Kemudian beri highlight dari berbagai warna senada di bagian yang berbayang menggunakan fitur Air Brush, main-main sedikit dengan Density-nya agar tidak terlalu monoton.

Lanjut dengan disapu menggunakan water color secara bertahap dengan density 10-40 (tergantung mau segimana), btw pastikan brush water color dalam bentuk spread, karena menurutku efeknya paling natural.

Rapikan gambar dengan Eraser, dimulai dengan Density ringan seperti 20 atau 30an. Kemudian bila sudah rapi, bagian luar line dihapus bersih dengan Density 70.

Terakhir, untuk highlight tambahan, buat satu layer paling atas, pasang di mode screen, kemudian warnai area yang ingin di highlight dengan warna-warna gelap.

Sekian, dan sekarang saya harus benar-benar mengerjakan paper yang kian terbengkalai..

.

.

Advertisements

Reply This Way Beib

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s