Here and there (and back again)

Here and there (and back again)
(sub judul:) diskusi mengenai preferensi buku dan update bulan April sang pengarang
(sub sub judul): completely random stuffs
securedownload

Chick does what she wants, includes cutting her hair short

Ciat!! Post pertama di bulan April 2013. Featuring foto candid diriku yang diambil beberapa minggu yang lalu.

Banyak yang tanya, kenapa potong pendek?

‘Dude, why not? I do what I want’

Lol, sebenarnya sudah lama sekali ingin potong rambut. Namun baru ketika libur Paskah kemarin mendapatkan kesempatan untuk melakukannya. Respon dari ibu ketika pulang dari salon, ‘ummmm… ok.’

Like seriously, why not?

Sebenarnya agak terpengaruh dengan feminisme juga sih (cieee, gayanya ma men..) Secara bosan juga dengan pandangan bahwa perempuan yang apik itu harus berambut panjang, gemulai dan lembut. Padahal kenyataannya banyak juga perempuan yang berambut keriting, bergelombang, tidak bisa panjang dan lainnya. Besides, capek juga rambut panjang. Repot kalau lagi sepedaan, apalagi kalau lagi main Pump It Up.

Oh, dan bicara tentang Pumps, level tertinggiku sekarang sudah level 10 dengan speed 4x. Akhirnya, setelah sekian lama stuck di level single digit, betis dan tumit jadi keras, lol TMI punten..

.

Jadi.. Bulan April ya? Kalau di negara 4 musim ini artinya awal masuk musim semi, dan menurut Bunnymund dari Rise of The Guardian, musim semi adalah tanda-tanda dari awal yang baru.

Hence the hair cut…

Banyak juga yang berubah, poster-poster ababil di kamar ku cabut, mulai sering pake rok, coba menggalakkan menggambar dengan bolpen, mulai gila dengan Tv Series Teen Wolf dan Doctor Who (DylanObrienpleasemarryme). Ada juga perkenalan dengan AO3 yang akhir-akhir ini jadi sahabat menjelang tidur. Entah kenapa, dunia AO3 benar-benar memuaskan keinginan seorang Fujoshi yang agak gila dengan… well segala preferensi seorang Fujoshi lah (baca: violence, angst, beyond-the-closet-is-a-beautiful-horizon etcetc)

Padahal berdasarkan sebuah bacaan menarik beberapa hari yang lalu, dikatakan bahwa dalam sejarah literatur, yang biasanya digemari pembaca perempuan adalah cerita yang bersentral pada plot ala buku-buku Harlequin. Diantaranya termasuk tipe plot dimana sang tokoh perempuan jatuh bangun dan menemukan ‘cinta’ dalam kehidupannya. Lebih menarik lagi, konsep ‘cinta’ yang para pembaca perempuan kejar tidak harus berupa cinta romantik maupun seksual. Tapi bisa juga cinta keluarga, persahabatan, kasih sayang atau 100% filthy romance with a cowboy (which is 100% Harlequin-ish plot)

Aaaaand that’s where the problem lies. Rasanya bosan dengan pandangan bahwa yang suka dibaca oleh kaum perempuan adalah bacaan romance yang menggebu-gebu. Karena oke, membaca kisah cinta memang menyenangkan, namun bila plotnya sangat klise dan benar-benar romance centric ya bosan juga lah. Partly reason why I really cannot stand these days Indonesian book :/

The resolution to the ideal romance provides perfect triangular satisfaction: ‘fatherly protection, motherly care, and passionate adult love’ (Storey, 2009: 143)

Girls got need, dan membaca kisah romance yang berhubungan dengan isu-isu kekeluargaan benar-benar bisa bikin hati jatuh bangun. Namun di sisi lain, harus diakui juga kalau kadang kita ingin membaca kisah yang agak keras dan penuh emosi negatif, misalnya buku Norwegian Woods. Kenapa aku suka dengan karakter Midori? Good question, really it’s because of her interaction with her dad..

Atau mungkin juga karena pada dasarnya perempuan suka dengan karakter yang tidak sempurna, karena akui deh, tipe-tipe karakter ala Mary Stue dan Gary Stue itu membosankan. Siapa diantara kita semua yang berharap buku Brisingr berakhir dengan Eragon mati? *angkat tangan*

Alasan yang sama dengan kenapa karakter antagonis memiliki lebih banyak penggemar daripada karakter baiknya, fan The Avengers lebih memilih me-reblog gambar-gambar Tom Hiddleston daripada crew The Avengers lainnya. Kita bosaaaaan dengan cerita heroik yang linier. Kita ingin kekerasan, emosi dan permainan psikologis yang dapat menjelaskan kenapa seorang tokoh A dapat menjadi tokoh Supervillain A. 

Romance bukanlah sebuah pilihan bacaan lagi bagi beberapa kalangan perempuan, we want the antagonist tales, and we want it bloody..

Somewhere di laptopku ada paper dan presentasi mengapa tokoh Loki adalah bagian dari kampanye yang berusaha mengubah paradigma audience terhadap plot-plot cerita yang klise. Teh paper dikerjakan atas tugas mata kuliah Komik Kartun yang kuambil (best subject EVER) dengan tema ‘American superheroes’, and me being me decide to talk about American Supervillain instead. Dapat nilai tertinggi di kelas :}

.

.
Heya butterfly

Heya butterfly

Multicolored birds.

Multicolored birds.

Beberapa minggu yang lalu membeli sebuah bolpen 8 warna sekaligus. Yanno, yang ada warna standar hitam, biru, merah dan hijau plus ungu, kuning, oranye dan pink? Bolpen cetek-cetek besar yang kelihatannya seperti sedotan bubble juice porsi XXL? Harganya cuma 6ribu dan aku benar-benar senang dengan variasi warnyanya.

Siapakah anak laki digambar ke dua? Oh, itu Loki dari seri Journey Into Mystery. Entah kenapa aku benar-benar suka dengan konsep Loki yang bereinkarnasi jadi anak kecil dan melupakan semua kehidupan lamanya. Dude needs more hug as a kid, and the universe agreed. Sayangnya gerilya seharian di internet  tidak akan memberikan kita komik lengkap seri JIM, harus beli dan harganya bikin sakit perut… 11.4$dan itu baru buku pertama, belum hitung biaya kirimnya. Auft!

.

.

.

.

Apa lagi yang terjadi di bulan April?

Campaign against the Rape Culture sedang diselenggarakan GILA-GILAAN di Tumblr. Ahoy, bagi kalian yang tertarik, diantaranya ada ini: Catastrophic Events- Rape Culture dan ini Make your Move! End Sexual Violence dan banyak lagi.

Banyak hal mengerikan dan salah  terjadi di masyarakat saat ini. Diantaranya beberapa pandangan bahwa

(i) rape is a form of violent sex.

(ii) girls who dressed up sexy practically ask for it.

(iii) why can’t girls keep it to their self and not getting raped?

Which is wrong, like seriously wrong.

Ingat pernyataan seorang mantan gubernur Jakarta mengenai rok pendek? Yeah, exactly like that.

.

.

.

.

.

Entah kenapa post ini jadi rada men depressikan. Post berikutnya akan mengenai film Cloud Atlas yang baru kutonton beberapa hari yang lalu.

And on that bombshell, see you next time..

Advertisements

Reply This Way Beib

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s