Dutch Uncle

Alternative text: It takes a smart ass to point out an idiot. Of you and your friend.

———————–

Sebelumnya, perlu di jelaskan bahwa ‘Dutch Uncle’ itu artinya seseorang yang memberitahu orang lain tentang kekurangannya dengan begitu jujur dan nyata. Teh sesuatu yang kudapatkan dari buku “The Last Lecture”, ya should read it.

Atau lebih mudahnya, “Jujur tapi menyakitkan.”

Owari neee

———————

Kadang kita suka kelewatan sebagai manusia yang berbahagia. Kadang muncul mindset, “aku bisa melakukannya! Maka aku akan memberitahu kepada semua orang bahwa aku bisa!”. Bukannya mau pamer, hanya ingin berbagi. Jujur! Tapi lama lama malah kebablasan.

Kadang kita suka tidak sadar akan ke superiornya-inferioran kita. What ever that means.

Kadang muncul suatu saat ketika seorang teman dekat mendatangi kita, bercanda gurau, tertawa lebar, kemudian dia akan mengatakan, “coba kalau kamu…..”

Well, yeah, tentu saja aku tidak akan memberitahu apa yang ‘orang itu’ katakan kepada ku, tapi semoga dengan paragraf panjang berikut dapat menjelaskan apa yang ada di pikiranku.

“Coba kalau kamu…”

Dan wow. Iya ya, pikirku. Wah.. Ternyata selama ini aku begitu toh, menurutnya?

Dan aku tersadar bahwa aku memang agak parah, tentang apapun ini, dan aku sebaiknya berubah.

emm..

emm…

Mengerti tidak?

Kemungkinan besar tidak ya?

Oke dah..

Coba dengan pendekatan lain, kita ini kadang suka tidak sadar diri dengan diri sendiri. Sehingga diperlukan seorang teman baik yang super menyebalkan tapi kita “sayangi” untuk menyadari kita.

This friend of mine said something, something harsh, about me, in front of me, knowing me.

Dan aku tersadar akan kejelekkan yang dia tunjukkan dengan gamblangnya kepadaku. Tepat di depanku.

Jadi pertanyaannya, kalian punya tidak teman seperti ini?

Yang begitu jujur, menyakitkan, menyebalkan, tap kalian “sayangi”? *mohon di perhatikan kalau kata ini dalam bentuk kutipan…*

Atau, apakah kalian memiliki suatu kebanggaan yang kadang overused, dan ternyata menyakiti teman kita tanpa kita sadari?

Sebaiknya kita berintrospeksi. Melihat ke kiri, kanan, dan belakang kita.

———————————-

Salah satu posting blog yang bener bener Gaje habis. []

 

Advertisements

One thought on “Dutch Uncle

Reply This Way Beib

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s